Anggarda Dea / 22 / Indonesia
Have you ever had that feeling - that you’d like to go to a whole different place and become a whole different self?
Haruki Murakami, The Wind-Up Bird Chroniclefrom Welcome to Blogsecret. Click here for more info!My best friend is in love with me. I love her, too, just not in that way. And it kills me. I don’t want to be that person for her. I don’t want to be the one who breaks her heart over and over again. Even though I know that love can make you better, that just having those feelings can change everything in a beautiful way, I also know how much it hurts to not be wanted in that way. Please don’t be in love with me anymore. Please. I love you too much to hurt you. OUCH :(
Film ini bercerita tentang seorang pemuda Indonesia bernama Iskandar yang mencari sebuah pekerjaan yang cocok untuk dirinya. Menjadi seorang mantan prajurit militer membuat Iskandar agak kesulitan untuk mencari pekerjaan yang dianggapnya cocok. Iskandar mempunyai seorang tunangan, gadis yang sangat cantik dan berada, yang sangat mencintainya dan juga setia. Dalam pencariannya, dia menemukan sebuah anggapan bahwa pembunuhan sebuah keluarga yang dilakukannya ketika menjadi prajurit adalah salah satu trik atasannya, Gunawan, untuk mencari uang. Diliputi rasa bersalah yang teramat dalam, akhirnya Iskandar membunuh Gunawan yang sudah menjadi bos di perusahaan yang didirikannya dengan uang hasil “perintah rahasia”.
Kurang lebihnya begitu sinopsis yang bisa saya ceritakan. Entahlah, saya kurang bisa untuk bercerita panjang lebar. Namun, banyak sekali makna teori-teori yang berputar di kepala. Dimulai dari jam malam. Teringat bahwa pada jaman remaja saya, seringkali orang tua melarang untuk keluar pada malam hari. Bukan tidak mungkin “peraturan” itu adalah hasil turunan dari Curfew pada jaman itu (sekitar 1955). Selain itu, semangat perjuangan juga sangat berkobar kobar. Rela melakukan apapun demi bangsa. Memang sekarang kita tidak perlu melakukan sebuah perjuangan fisik (seperti berperang), namun perjuangan dengan cara lain. Revolusi belum berakhir, katanya. Semoga kita masih bisa tetap semangat untuk memperjuangkan hidup kita di negara ini.